Welcome To My Blogspot dwigautamaputra.blogspot.com

Selasa, 14 Juni 2011

Buddhisme Dan Politik

Buddhisme Dan Politik

Oleh: Yang Mulia Bhikkhu K. Sri. Dhammananda Nayaka Mahathera
 


Sang Buddha berasal dari sebuah kasta ksatria dimana Beliau banyak bergaul dengan para raja, pangeran, dan menteri.Walaupun demikian, Beliau tidak pernah memaksakan pengaruh kekuatan politik untuk memperkenalkan ajaranNya. Ataupun memperbolehkan ajaranNya disalahgunakan untuk memperoleh kekuatan politik. .Tetapi saat ini banyak politisi mencoba menyeret nama agama Buddha ke dalam politik dengan memperkenalkan Beliau sebagai komunis, kapitalis, atau bahkan seorang imperialis. Mereka telah lupa bahwa filosofi politik baru sebagaimana yang telah kita kenal benar-benar berkembang di dunia barat, jauh setelah masa Sang Buddha.

Kamis, 15 April 2010

Mengecilkan Kapasitas Recycle Bin Menambah Ruang Hardis



Anda mungkin pernah merasa bahwa ruang harddisk semakin hari semakin berkurang? Bisa karena Anda menambah data-data kedalam harddisk yang terlalu banyak atau membuang file-file sampah berukuran besar pada Recycle Bin. Pada dasarnya, fungsi Recycle Bin sebagai tempat penampungan sementara (mirip tong sampah) yang akan dikosongkan bila file-file tersebut akan dimusnahkan (di hapus permanen).
Recycle Bin menyewa ruang pada harddisk Anda sebesar 10%. Jadi misalkan Anda memiliki harddisk dengan kapasitas 80 GB (GigaByte) maka 10% pada harddisk akan dialokasikan untuk Recycle Bin. Berapa ya kalo 10% nya? Kira-kira 8 GB lah. Hal ini justru sangat besar bukan?
Setting sesuai kebutuhan
1. klik icon Recycle Bin dan lakukan klik kanan lalu pilih Properties
2. pada tab Global, terdapat dua pilihan yaitu Configure drives independently dan Use one setting for all drives.
Anda dapat memilih Configure drives independently bila ingin menyetel ruang partisi atau harddisk untuk recycle bin pada masing drive. Anda juga dapat memilih untuk settingan semua partisi atau harddisk dengan memilih "Use one setting for all drives:" lalu geser slide kekiri untuk mengecilkan alokasi ruang pada harddisk.
3. Klik OK dan Logof kemudian Login kembali.
Selamat mencoba....

Rabu, 14 April 2010

Sahabat Sejati

Pengertian Persahabatan Sejati Secara Umum
Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Dalam pengertian ini, istilah Persahabatan menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkkan kesetiaan satu sama lain. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar – menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Rabu, 07 April 2010

MAKNA SALAM OMITOHUD ( AMITOUFO / AMITOFO )


MAKNA SALAM OMITOHUD ( AMITOUFO / AMITOFO )
Oleh : Y.M. Bhiksu Kusala Phassa Sthavira
Saudara-saudari se-Dharma, dalam berbagai kesempatan, sudah menjadi kewajiban bagi umat Buddha, apabila kita berjumpa dengan anggota sangha, atau teman-teman se-Dharma dalam suasana apapun, walaupun tidak dalam suasana kebaktian memuliakan dan memuji nama para Buddha dan Bodhisattva, kita harus saling menyapa, memberi salam ”OMITOHUD.” Setiap kali kita hadir di vihara untuk kebaktian atau keperluan lainnya, kata pertama yang kita sapa seharusnya bukan ”hallo”, ”apa kabar”, ”hai”dan sebagainya. Mengapa demikian? Tentu saja ada alasannya dan manfaatnya, sayangnya banyak diantara kita yang tidak mengetahui manfaat memberi salam ”OMITOHUD”.

Rabu, 11 November 2009

PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
Pendidikan Agama Buddha adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperteguh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhalak mulia, serta peningkatan potensi spiritual sesuai ajaran Buddha.
Agama memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewudutkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. pendidikan agama dijalankan melalui pendidikan baik pendidikan dilingkungan keluarga sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan agama dimaksutkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, serta peningkatan potensi spiritual. Akhlak mulia mencangkup etika, budi pekerti dan moral sebagai perwujutan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencangkup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan serta penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individu ataupun kolektif kemasyarakatan.peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimali sasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualinya mencerminkan harkat dan martabat sebagai mahluk tuhan.

PERAN GURU DALAM PERSPEKTIF BUDDHIS

PERAN GURU DALAM PERSPEKTIF BUDDHIS
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Memasuki era globalisasi, perhatian mengenai masalah pendidikan di indonesia mulai menghangat kembali dimana-mana. Pendidikan yang dilakukan dilembaga pendidikan baik formal non formal maupun informal sangat memberikan bantuan kepada masyarakat, dimana seorang guru memiliki banyak peran; sebagai tenaga profesionalis, sebagai fasilitator, pembimbing, motivator, konselor, dan masih banyak lagi peran seorang guru.
Dalam menjalankan tugasnya nanti akan dapat terlihat bagaimana seorang guru memberikan pendidikan di sekolah sehingga peserta didik mampu menerima materi yang diberikan oleh guru disekolah. Bukan hanya itu saja peran seorang guru disekolah, di lingkungan masyarakat, seorang guru dipandang sebagai seorang yang tinggi dan sangat dihormati, disegani, sesuai dengan profesinya.
Dalam konsep pendidikan buddhis, setiap orang merupakan majikan atas dirinya dirinya sendiri. Para guru seharusnya tidak membentuk muridnya menurut keinginan sang guru.

DANA DALAM PANDANGAN AGAMA BUDDHA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehidupan perumah tangga mengharapkan adanya kebahagian dalam hal ini salah satunya dengan mengamalkan dāna. Secara universal, praktek memberi (berdana) dikenal sebagai salah satu keluhuran manusia yang paling mendasar, sesuatu yang membuktikan kedalaman sifat manusiawi dan kemampuan seseorang untuk transenden diri. (Bodhi 2005:1)
Sebelum mengerti ajaran lebih maju yang berkenaan dengan empat kebenaran mulia. Sang Buddha membimbing para siswa dengan mengajarkan praktek yang dilaksanakan secara bertahap, yaitu; menguraikan pentingnya berdana, hidup bersusila, tumimbal lahir di surga sebagai akibat dari perbuatan baik, akibat mengumbar nafsu-nafsu, dan manfaat melepaskan diri dari semua ikatan duniawi. (Widyadharma, 1999:56)
Pelaksanaan berdana seseorang mengembangkan sifat bermurah hati, bentuk dasar dari pengorbanan untuk menghilangkan kekikiran yang mementingkan diri sendiri, memberikan bagian yang dimilikinya demi meringankan penderitaan orang lain. “Memberi makanan, seseorang memberi kekuatan; memberi pakaian, seseorang memberi keindahan; memberi penerangan, seseorang memberi pengelihatan; memberi angkutan, seseorang memberi kesenangan” (S.i.31) Pelaksanaan yang di lakukan secara bertahap oleh masyarakat Buddhis akan memperoleh ketenangan yang membawa kemajuan batin
Penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut dengan menjadikan pembahasan dalam bentuk Makalah